Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2012

Kemenangan: Merebut Kembali Apa Yang Telah Hilang

“Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: ‘Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?’ Dan Ia berfirman kepadanya: ‘Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.’ Dan pada keesokan harinya Daud menghancurkan mereka dari pagi-pagi buta sampai matahari terbenam; tidak ada seorangpun dari mereka yang lolos.” 1 Samuel 30:8,17a

Bacaan: 1 Samuel 30:1-6

Dari bacaan di atas, Daud mendapati Ziklag telah diserang ketika dia pulang dari Filistin. Sebagai pemimpin Daud bertanggung jawab penuh dengan apa yang melanda Negeri Ziklag:

- Ziklag telah dikalahkan/dibakar habis. (ayat 1)

- Seluruh harta dijarah

- Seluruh wanita, dan anak-anak serta orang tua ditawan (ayat 2)

Dan yang lebih tragis lagi dia mendapat ancaman dari rakyatnya sendiri akibat dari peristiwa-peristiwa tersebut.

“Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan.” 1 Samuel 30:6

Dalam situasi ini Daud menghadapi dua serangan: Serangan dari luar dan dari dalam. Serangan dari luar sudah terjadi, dan serangan dari dalam apabila Daud tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut maka itu akan segera terjadi.

Tidak hanya sedih melihat seisi kota dibakar habis, wanita dan anak-anak ditawan, dan strinya sendiri pun turut diangkut oleh orang Amalek, ia juga harus menghadapi rakyat yang siap membunuhnya dengan lemparan batu karena marah. Daud harus menghadapi ini semua, dan situasinya benar-benar mencekam dan berbahaya.

Kita mungkin akan segera putus asa jika berhadapan dengan kondisi seperti itu. Tetapi mari kita lihat dan meneladani apa yang dilakukan Daud. Dia tidak putus asa sedikit pun. Dia tidak kecewa terhadap Tuhan meski yang ia hadapi sangatlah berat bahkan dia tidak lari dari masalah.

Alkitab dengan jelas mengatakan bagaimana Daud tetap menghadapi semua masalah tersebut dengan tindakan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Berikut ini tindakan yang dilakukan Daud ketika menghadapi situasi yang berat seperti itu:

1. Tindakan Memperkuat Kepercayaan

“Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.” 1 Samuel 30:6c

Ini adalah tindakan rohani Daud di tengah tekanan-tekanan dunia yang berat. Daud sangat terjepit, tetapi itu bukan berarti sudah tidak ada jawaban. Bagi dunia mungkin sudah tidak ada jawaban dan pengharapan lagi, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang tidak bisa dijawab dan tidak ada yang tidak mungkin.

Dengan memperkuat kepercayaan, Daud mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Dia tahu betul bagaimana menghadapi situasi, tekanan dan ancaman. Jawabannya adalah dengan berharap dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya.

Bagaimana dengan hidup kita hari-hari ini, adakah sesuatu yang sulit dan berat yang kita hadapi? Mari andalkan Tuhan sepenuhnya dalam hidup kita. Mari kita kuatkan kepercayaan kita kepada Tuhan.

. 2. Tindakan Untuk Merebut Yang Hilang

“Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: ‘Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?’ Dan Ia berfirman kepadanya: ‘Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.’ ” 1 Samuel 30:8

Ternyata setelah mengambil tindakan untuk memperkuat kepercayaan dengan mengandalkan Tuhan, Daud harus mengambil suatu tindakan untuk mengejar dan merebut kembali apa yang hilang, yaitu yang telah dirampas oleh musuhnya, orang Amalek.

Dalam situasi-situasi tertentu Tuhan bisa langsung menjawab masalah atau pergumulan tanpa seseorang mengambil suatu tindakan (hanya berdiam diri). Tetapi dalam peristiwa ini, Daud tidak bisa hanya berdiam diri, walaupun Tuhan sudah katakan dia akan berhasil merebut dan melepaskan tawanan tetapi kalau dia hanya berdiam diri tidak ada tindakan untuk merebut apa yang telah hilang maka itu tidak akan berhasil.

Begitu juga dengan kehidupan orang percaya. Walaupun kita katakan saya sudah berdoa, saya sudah rajin beribadah dan lain sebagainya tetapi kalau tidak ada tindakan nyata dari kita untuk mau berubah/bertobat dengan merebut hal-hal/karakter yang Tuhan inginkan, maka sulit untuk kita melihat jawaban Tuhan.

Alkitab menjelaskan dengan tindakan Daud beserta pasukannya yang berhasil merebut kembali apa yang telah dirampas oleh Amalek. Semua yang hilang bisa direbut kembali mulai dari keluarga mereka, harta bahkan Daud dan pasukannya mendapat jarahan yang sangat banyak.

“Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; juga kedua isterinya dapat dilepaskan Daud. Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali. ” 1 Samuel 30:18-19

Apa yang menyebabkan Daud berhasil merebut kembali semuanya? Hal itu karena Daud bertindak dengan memperkuat kepercayaannya kepada Tuhan dan merebut kembali apa yang telah hilang.

Mungkin ada yang terhilang dari keluarga kita, ditarik oleh dunia sehingga mereka telah meninggalkan Tuhan, mereka menjadi orang yang terhilang mereka hidup dalam tawanan dunia ini. Mari kita rebut mereka kembali.

Mungkin juga ada sesuatu yang terhilang dalam hidup kita: cinta mula-mula kita kepada Tuhan yang dulunya begitu menggebu-gebu tetapi sekarang itu tidak ada lagi. Dulu kita adalah orang penyabar, lemah lembut, penuh kasih, rendah hati tetapi sekarang itu semua sudah hilang. Mari kita rebut kembali semuanya itu.

Ataupun dengan krisis ekonomi yang terjadi, kita kehilangan pekerjaan, kesempatan, dan lainnya. Marilah kita menjadi Daud di akhir zaman ini yang mau mengandalkan Tuhan sepenuhnya dan ada tindakan dari kehidupan kita untuk merebut kembali apa yang telah hilang. Praise the Lord.

“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Roma 8:37-39

Senin, 01 Oktober 2012

Rahasia Kedamaian Di Tengah Badai Kehidupan

Rahasia Kedamaian Di Tengah Badai Kehidupan “Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” *courtesy of PelitaHidup.com Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.” Matius 8:24-26

Peristiwa ini terjadi ketika Yesus bersama murid-muridNya sedang ada di dalam perahu mengarungi danau. Angin ribut datang melanda danau tersebut. Dalam Markus 4:37 disebut dengan angin taufan yang sangat dahsyat.

Angin taufan seperti ini bertiup sangat kencang sekali, ke segala penjuru, atas dan bawah, hingga bisa memporak-porandakan rumah-rumah. Bisa dibayangkan gelombang seperti apa yang dapat ditimbulkan pada saat angin jenis ini melanda sebuah danau. Tidak akan ada orang yang berani untuk melintasi danau tersebut dengan sebuah perahu.

Pada saat kejadian itu, para murid sangat ketakutan. Hal ini sangat manusiawi karena perahu mereka diombang-ambingkan oleh gelombang besar dan ditiup oleh angin yang sangat dahsyat.

Ketika mereka merasa bahwa mereka memerlukan pertolongan, mereka mendapati bahwa Yesus dengan tenangnya dapat tidur di dalam kondisi seperti itu. Lalu mereka-pun membangunkan Yesus agar memperoleh pertolongan dariNya. *courtesy of PelitaHidup.com Hal ini layaknya kehidupan kita yang tidak lepas dari gelombang badai yang berupa masalah yang dapat datang dengan tiba-tiba. Kita dapat diombang-ambingkan oleh masalah yang kita alami. Kita bisa menjadi sangat ketakutan. Bahkan tidak sedikit dari kita yang datang mencari pertolongan pada Tuhan ketika masalah tersebut datang menimpa kita dengan kerasnya.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari melalui kisah ini. Berikut ini rahasia agar kita tetap tenang dalam menghadapi badai kehidupan:

1. Jangan Takut

Tuhan Yesus bertanya kepada murid-muridNya, “Mengapa kamu takut?” *courtesy of PelitaHidup.com Masalah sebesar dan sekeras apapun boleh datang menimpa kita, tetapi biarlah kita tidak takut dalam menghadapinya. Kenapa? Karena kita punya Yesus, Dia ada dalam satu perahu bersama-sama dengan kita. Bersama Yesus kita akan lakukan perkara besar. Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini. Lalu mengapa kita harus takut?

Rahasia pertama agar kita dapat tenang dan berada dalam kedamaian adalah tidak takut. Jangan takut apa yang akan kita hadapi dan akan kita jalani. Hidup ini tidak akan lepas dari berbagai masalah.

Jika berani menghadapi dan menjalani apa yang kita alami sekarang, Yesus akan memberi kita kekuatan dan memberikan jalan keluar bagi kita. Dia akan memberikan kemenangan bagi masalah kita.

. 2. Percaya Sepenuhnya

Tuhan Yesus menyebut murid-muridNya sebagai orang yang kurang percaya. Mengapa demikian? Karena murid-muridNya tetap ketakutan dalam keadaan demikian, walaupun mereka tahu bahwa Yesus ada bersama-sama dengan mereka.

Mereka kurang percaya akan apa yang dapat Yesus lakukan jika mereka mengalami bahaya.

Apa yang tidak dapat Tuhan lakukan dalam hidup kita? Selama kita hidup berjalan bersama Yesus, maka Dia akan menuntun dan menopang hidup kita. Bahkan ketika kita berjalan dalam lembah kekelaman, Dia tetap ada di samping kita.

“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. ” Mazmur 23:4 *courtesy of PelitaHidup.com Percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Dia sanggup melakukan segala perkara. Tiada yang mustahil bagi Dia.

. Kedua hal di atas, yaitu “Jangan Takut” dan “Percaya Sepenuhnya“, akan dapat membantu kita memperoleh kedamaian di tengah badai kehidupan yang datang menerpa. Tidak ada hal lain selain kedamaian dalam menghadapi masalah kita yang dapat membantu kita untuk meraih kemenangan di dalamnya.

Biarlah kita tidak takut lagi akan segala hal yang sedang menimpa kita dan biarlah kita tetap percaya seutuhnya kepada kuasa Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara dalam hidup kita. Haleluya!

. “Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. *courtesy of PelitaHidup.com Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” Mazmur 23:1-6