Minggu, 30 September 2012

Metode Well Control dengan tekanan bawah sumur yang konstan

A. OBJECTIVES OF WELL CONTROL METHODS

Semburan liar (blow out) adalah pristiwa mengalirnya cairan formasi dari dalam sumur secara tidak terkendali. Kejadian ini diawali dengan masuknya fluida formasi kedalam lubang bor, yang biasanya disebut Well Kick. Bila Well Kick tidak dapat diatasi secara baik , maka dapat terjadi semburan liar. Dalam keadaan normal lubang bor akan selalu penuh dengan lumpur yang memberikan tekanan hidrostatis kepada formasi. Tekanan hidrostatis berfungsi untuk menahan tekanan formasi, agar fluida formasi (influx) tidak masuk kedalam lubang bor. Setelah diketahui bahwa terjadi well kick, maka sumur segera ditutp, dimana setelah persiapan cukup, tahap selanjutnya adalah mematikan sumur.

B. PRINCIPLES OF CONSTANT BOTTOMHOLE PRESSURE METHODS

Pada proses mematikan sumur dipakai prinsip bahwa tekanan pada dasar lubang bor harus konstan (Constant Bottom Hole Pressure Method). Dalam hal ini tekanan pada dasar lubang bor sama dengan tekanan formasi. Selanjutnya ada 3 cara utama mematikan sumur, ialah:

• Driller’s Method, sering disebut “Two Circulation Method”

Sirkulasi –1 : Sirkulasi dan keluarkan cairan formasi dengan Lumpur lama (original mud)

Sirkulasi –2 : Pompakan Lumpur baru (Lumpur berat atau kill mud) untuk mengganti umpur lama

• Wait & Weight Method, sering juga disebut “One Circulation Method” atau “Engineer Method”

Intinya ialah:

– “Wait” atau tunggu, selama membuat Lumpur berat.

– Sirkulasikan fluida (influx) kick keluar dari lubang bor dengan Lumpur berat. Concurrent Method

Pompakan Lumpur lama untuk mengeluarkan cairan formasi sambil memperberat Lumpur.

Driller’s Method : sirkulasi - 1

– Catat dan beri tanda SIDP dan SICP

– Jalankan pompa, dan naikkan kecepatan pompa sampai mencapai kecepatan yang disepakati (kill rate speed), dan selama langkah ini jaga agar tekanan casing (CP) konstan.

– Setelah kecepatan pompa mencapai kill rate speed, catat dan beri tanda tekanan pada drill pipe. Pemompaan berjalan terus dan jaga agar tekanan pada drillpipe (DPP) konstan sampai semua fluida kick keluar dari dalam lubang bor.

– Kurangi kecepatan pompa. Jaga agar tekanan casing konstan selama mengurangi kecepatan pompa dan kemudian tutup choke penuh.

– Baca tekanan. Bila fluida kick telah keluar, seharusnya DPP = CP = SIDP

Profil Tekanan Driller’s Method – 1

Driller’s Method : Sirkulasi - 2

– Hitung berat Lumpur yang diperlukan (Kill Weight Fluid atau Kill Mud Weight), dan siapkan Lumpur berat.

KMW = (HP + SIDP) / (0.052 x TVD), atau

KMW =

– Hitung jumlah stroke pompa atau waktu untuk mengisi drill string

– Pompakan Lumpur berat. Jaga CP konstan sampai kecepatan pompa mencapai kill rate speed yang disepakati.

– Jaga CP konstan sampai Lumpur berat mencapai pahat.

– Kemudian tandai dan jaga agar DPP konstan, sampai Lumpur berat keluar dari lubang bor.

– Stop pompa dan tutup choke.

– Baca tekanan pada drill pipe (DPP) dan pada casing (CP).

– Bila sumur sudah mati, seharusnya DPP dan CP = 0

– Periksa aliran, bila sudah mati buka BOP.

– Profil Tekanan

Driller’s Method – 2

Wait & Weight Method

Pekerjaan

1. Hitung Kill Mud Weight

KMW (ppg) = FP (psi) / (0.052 x TVD (ft), atau

KMW (ppg) = SIDP (psi) / (0.052 x TVD (ft) + OMW (ppg)

2. Hitung tekanan awal sirkulasi

ICP = SCRP + SIDP

3. Hitung tekanan akhir sirkulasi

FCP = (KMW / OMW) x SCRP

4. Hitung Surface To Bit Strokes

STB Strokes = Drill string volume (bbl) : Pump Output (bbl/str), dan/atau Surface To Bit Time = STB Strokes / SPM

5. Buat Kill Sheet atau Pressure Reduction Schedule Plot ICP dan FCP terhadap stroke atau waktu pada grafik Profil Tekanan

Wait & Weight Method

Contoh soal

Data sumur :

Casing 9 5/8” – 6000 ft. Pahat – 8 ½”. Lumpur 9.6 ppg

Drill pipe – 4 ½” – 16.6 lbs/ft Capacity – 0.0142 bbl/ft

Drill collar – 6 ½” x 2 ¾” – 2 jts Capacity – 0.0073 bbl/ftt

Pompa Trplex 6 ½” x 8 ½” Capacity – 0.0785 bbl/str

SCRP @ 9800 ft 50 SPM = 384 psi

Pada kedalaman 10000 ft terjadi kick.

SIDP = 780 psi SICP = 960 psi Pit Gain = 15 bbl

Perhitungan :

1. Tekanan formasi FP = 0.052 x 9.6 x 10000 + 780 = 5772 psi

KMW = 5772 / (0.052 x 10000) = 11.1 ppg

2. ICP = SIDP + SCRP = 780 + 384 = 444 psi

3. Volume drill string = volume drill pipe + volume drill collar

Volume drill string = (10000 – 630) x 0.0142 + 630 x 0.0073 = 137.653 bbl

Surface To Bit Stroke = 137.653 / 0.0785 = 1753 strokes

Surface To Bit Time = 1753 / 50 = 35 menit

4. Buat Kill Sheet

Pressure Reduction Schedule

KILL SHEET

Bit Off Bottom Principles of Well Control

Bit Off Bottom Principles of Well Control

Kondisi :

Setelah sumur ditutup, tetapi gas belum mencapai pahat

SIDP = SICP

Setelah gas mencapai pahat

SIDP tidak sama SICP

– BHP dikendalikan dengan cara membiarkan gas migrasi dan biarkan tekanan permukaan naik sampai nilai tertentu.

Kemudian – Tahan tekanan casing konstan sambil mengeluarkan Lumpur dari annulus dengan volume sebesar yang diperlukan untuk mengimbangi kehilangan tekanan hidrostatis akibat dari langkah pertama.

Tetapi – Volume Lumpur yang dikeluarkan berbeda untuk lokasi gas yang berbeda (di open hole, casing, annulus DP) dan kita tidak tahu dimana keberadaan gas.

Dan juga

– Saat gas bergerak keatas, panjang kolom gas juga berubah, dan BHP juga terpengaruh. Perlu diingat

– Unaccounted for lengthening = Underbalance

– Unaccounted for shortening = Overbalance

Volumetric Method

Dipakai hanya bila tidak bisa sirkulasi dan gas sudah migrasi

Langkah –1

Saat gas migrasi tutup sumur dan biarkan tekanan casing (CP) naik sebesar nilai tertentu.

Catatan –1

Disarankan kenaikan sebesar 100 psi, namun sebenarnya tergantung dari panjang lubang terbuka, bisa lebih atau kurang dari 100 psi.

Langkah –2

Gunakan choke untuk menjaga agar tekanan casing yang baru konstan, sampai sejumlah Lumpur dikeluarkan sebesar yang diperlukan untuk mengimbangi kenaikan tekanan pada casing.

Catatan –2

Keluarkan Lumpur atau gas lewat degasser, kumpulkan cairan kedalam trip tank agar dapat diukur volumenya. Gunakan manual choke agar lebih teliti.

Catatan –3

Jumlah Lumpur yang dikeluarkan untuk mengimbangi kenaikan tekanan dapat dihitung sebagai berikut :

Volume (bbl) = Pressure Increase (psi) / Mud Gradient (psi/ft) x Annulus Capacity (bbl/ft)

Langkah –3

Tutup choke, kemudian langkah 1 dan 2 diulang-ulang lagi sampai gas berada diatas pahat dan biar dikeluarkan dengan jalan sirkulasi atau gas mencapai permukaan.

Contoh soal : Volumetric method

Periksa dulu, apakah kuat bila dipakai margin 100 psi

. Bila kuat, lebih baik pakai safety margin, direkomendasikan 100 psi.

Biarkan gas migrasi dan tekanan casing naik 100 psi

Kenaikan 100 psi ini equivalent dengan 192 ft kolom Lumpur 10 ppg

dan 192 ft kolom Lumpur equivalent dengan 9.4 bbl.

No. CP BHP = HP + Gauge Kegiatan

1 6 Tunggu

2 100 5300 = 5200 + 100 Tunggu

3 200 5400 = 5200 + 200 Bleed 9.4 bbl

4 200 5300 = 5100 + 200 Tunggu

5 300 5400 = 5100 + 300 Bleed 9.4 bbl

6 300 5300 = 5000 + 300 Tunggu

7 400 5400 = 5000 + 400 Bleed 9.4 bbl

8 400 5300 = 4900 + 400 Tunggu

9 500 5400 = 4900 + 500 Bleed 7 bbl

10 500 5320 = 4800 + 500 Gas mulai keluar

Tutup choke

Langkah berikutnya adalah :

1. Gas dikeluarkan seperti pada Driller’s Method.

2. Dilakukan Top Kill ialah mengganti Lumpur ringan dengan KMW secara bertahap

Volumetric Method

Recommended Procedure

Profil tekanan pada casing sebagai berikut :

Migration

Setelah gas berada di permukaan, langkah berikutnya :

1. Keluarkan gas dengan Driller’s Method

2. Ganti Lumpur ringan dengan Lumpur berat, dengan cara Top Kill.

Top Kill Kondisi : Kick – dengan Bit Off Bottom Gas dibiarkan migrasi sampai permukaan Gas sudah dikeluarkan dengan cara Driller’s Method Tugas sekarang : Mengganti Lumpur semula dengan Lumpur berat Cara : Metode Top Kill – Pompakan Lumpur berat untuk mengganti Lumpur lama sedalam posisi pahat. – Turunkan pahat sampai kedalaman tertentu. – Pompakan Lumpur berat mengganti Lumpur lama. – Turunkan pahat lagi. – Demikian diulang-ulang sampai pahat mencapai dasar lubang Menurunkan pahat kembali kedasar lubang 1. Bila pahat diturunkan kembali kedasar lubang, akan mendorong Lumpur berat naik. 2. Hitung berapa tinggi kolom Lumpur berat yang boleh dikeluarkan tanpa membuat underbalance : H = 100 psi / selisih gradient Lumpur H = 100 psi / (0.62 – 0.50) psi/ft = 833 ft 3. Volume Lumpur berat yang didorong keluar : V = 833 ft x 0.1254 bbl/ft = 104.5 bbl 4. Panjang pipa yang diturunkan : L = 104.5 bbl / 0.0243 bbl/ft = 4300 ft 5. Langkah diatas bisa diulang sampai pahat mencapai dasar lubang Contoh Top Kill Perhitungan berat Lumpur Kondisi : Perhitungan : Gas sudah dikeluarkan BHP = 0.052 x 9.6 x 10000 x 260 = 5260 psi Casing 13 3/8” x 5000 ft G (Kill Weight) = 5260 / 10000 = 0.526 psi/ft DP – 5” – 19.5 ppf pada 3000 ft KW dengan pahat didasar = 10.11 ppg SICP = 260 psi Buat overbalance 100 psi BHP = 5360 psi MW = 9.6 ppg 7000 ft @ 9.6 ppg, maka HP = 3500 psi 13 5/8” x 5 capacity = 0.1254 bpf 3000 ft @ x ppg memberikan 5360 – 3500 psi 5” plugged displacement = 0.243 bpf = 1860 psi Fracture Press. pada sepatu EMW 14 ppg Jadi perlu Lumpur 1860 / 3000 psi/ft atau 1860 / (0.052 x 3000) = 11.9 ppg Jadi setelah gas keluar dan lubang bor masih berisi Lumpur 9.6 ppg. Pompakan Lumpur berat 11.9 ppg untuk mengganti Lumpur lama sedalam 3000 ft. Dengan cara Driller’s Method sirkulasi - 2. Sumur sudah mati, periksa aliran dan buka BOP. Lubricate & Bleed Catatan : 1. Tidak untuk dipakai bila open hole panjang, tanpa ijin Drilling Superintendent. 2. Bisa dilakukan bila gas sudah berada dipermukaan dan tidak ada pipa. Bila ada pipa lebih baik disirkulasikan, bila mungkin. Prosedur : 1. Baca dan catat tekanan casing (CP) 2. Pompakan x bbl Lumpur kedalam lubang. Amati tekanan casing. Stop pemompaan saat tekanan casing naik 100 psi, meskipun belum semua x bbl Lumpur telah masuk. 3. Stop pompa. Baca tekanan casing. 4. Buka choke hingga tekanan berkurang 100 psi dari langkah (1) bila x bbl Lumpur bisa masuk. Bila belum semua masuk, kurangi 100 psi dari langkah (3) ditambah dengan tekanan hidrostatis sebesar volume Lumpur yang masuk. 5. Ulangi langkah (1) sampai (4) sampai semua gas keluar dari sumur. Contoh Soal Lubricate & Bleed MW = 10 ppg. Casing : 9 5/8” – 47 ppf. Tekanan casing CP = 500 psi Lumpur yang keluar = 100 psi / 0.052 psi/ft = 192 ftt atau = 192 ft x 0.0732 bbl/ft = 14 bbl Pompakan 14 bbl Lumpur, stop pompa. Tekanan casing CP = 590 psi Bleed tekanan sampai 400 psi. pompakan lagi 14 bbl Lumpur. Ternyata tekanan naik menjadi 500 psi saat baru 8 bbl Lumpur yang masuk. Bleed CP sampai (400 tekanan hidrostatis equivalent 8 bbl). 8 bbl adalah 8 bbl / 0.0732 bbl/ft = 109 atau 109 ft x 0.52 psi/ft = 57 psi Jadi bleed tekanan casing sampai (400 psi – 57 psi) = 343 psi Ulangi langkah diatas sampai semua gas keluar. BULLHEADING / DEADHEADING Teknik ini dipakai untuk untuk mematikan sumur pada pekerjaan kerja ulang (workover) pada suatu daerah. Teknik ini sangat bermanfaat untuk menanggulangi well kick H2S. Pada operasi tindakan perbaikan (remedial operation), bullheading mempunyai limitasi dalam aplikasinya, karena beberapa problem diantaranya: – Fluida formasi yang mempunyai viskositas tinggi (high viscosity). – Tekanan bursting pada casing dan tubing harus diketahui dan tidak melebihi limitasinya. – Problem migrasi gas yang serius. – Permeabilitas reservoir rendah. Prosedur Bullheading: 1. Dengan menutup sumur, tentukan tekanan tubing. 2. Persiapkan grafik kasar menggunakan stroke versus tekanan pompa. Dimulai dengan o stroke dan SITP pada ujung dari grafik. Rencanakan rate pompa dan hati-hati tidak boleh melebihi tekanan maksimum.Jika fluida diinjeksikan ke formasi, tambahkan tekanan hidrostatis yang dipompakan dengan fluida killing lebih rendah dari tekanan tubing. Catat tekanan actual atau interval stroke sampai tubing terakhir/pahat. 3. Ketika fluida killing mulai memasuki formasi, tekanan akan meningkat terlihat pada pompa. Stop pompa, Sedikit melebihi displacement yang telah direncanakan. Tutup sumur dan monitor. Jika tekanan masih terlihat dan migrasi gas sangat cepat dari pemompaan atau densitas fluida killing tidak cukup, maka metoda lubricate & bleed atau metoda sirkulasi balik dapat digunakan. Stripping & Snubbing Kegiatan : Menurunkan pipa kembali kedasar lubang sumur BOP tertutup dan sumur bertekanan Kapan ? Sering dilakukan saat drilling, completion workover Pengertian : Stripping : Berat pipa melebihi gaya dorong keatas yang ditimbulkan oleh tekanan sumur Snubbing : Berat pipa lebih rendah dari gaya keatas dari tekanan sumur Prinsip Well Control : Maintain Constant Bottom Hole Pressure. Stripping Guidelines : – Hitung displacement closed end – Volume balance : volume pipa masuk = volume fluida keluar – Volume fluida harus diukur teliti – Buka choke pakai manual, bukan hydraulic choke – Casing Pressure akan berubah, naik bila pipa masuk kedalam cairan yang ringan di annulus karena kehilangan tekanan hidrostatis – Bila stripping dengan annular preventer atur tekanan agar bocor sedikit untuk pelumasan. Fluida yang keluar juga harus dihitung – Drillpipe dengan rubbes tidak boleh stripping lewat annular preventer – Bila stripping dengan dua set pipe ram ada side outlet diantara dua ram untuk menyamakan tekanan Prosedur Stripping Prosedur tergantung situasi dan peralatan yang ada. Guideline sebagai berikut : – Pasang FOSV pada drillpipe, kemudian tutup FOSV – Pasang Back Pressure valve diatas safety valve, lalu buka safety valve – Buka HCR valve kemudian buka choke – Tutup annular preventer (atur posisi TJ agar pipe ram bias ditutup) – Tutup choke – Catat dan monitor drillpipe dan casing pressure Untuk mencatat DPP, pasang Kelly dan pompakan sedikit Lumpur – Catatan : Atur regulator agar annular preventer bocor sedikit, dan bocoran Lumpur juga dapat dihitung Bila CP mencapai 1500 psi. pakai pipe ram untuk stripping Bila berat pipa tidak cukup, terpaksa snubbing – Start turunkan pipa sambil bleeding Lumpur lewat manual choke – Casing pressure tidak harus konstan – CP akan naik bila pipa masuk kolom gas – Bila pipa sudah didasar, keluarkan gas dengan Constant Bottom Pressure Rekomendasi : Surface Pressure Panjang pipa Metoda 100 psi atau kurang ----- Annular Preventer 1000 – 1500 psi 1000 ft Annular Preventer lebih 1000 ft Preventer combination 1500 psi atau lebih ----- Preventer combination (A – R atau r – R) Lain-lain : – Accumulator bank harus selalu terisi penuh, pisah dari pompa – Pakai pompa khusus untuk operasi buka dan tutup preventer – Closing manifold harus bebas dari check valve – Bottom ram hanya sebagai master valve dan untuk emergency – Tidak boleh menggunakan tekanan sumur untuk menyamakan tekanan

cabut rangkaian

Volume Displacement Drill Pipe :

Vol disp dp = DP disp x L

Drill Pipe Displacement = Volume besi drill pipe per foot

DP disp = 0.00097 (OD dp2 – ID dp2)

Atau

DP disp =

Vol disp dp = x L

Vol Lumpur yang terangkat saat mencabut drill pipe

Vol in dp = x L

Drill pipe displacement =

DP disp = Cas cap – An cap – DP cap

Casing Capacity = Volume dalam casing per foot

Cas cap =

Annular Capacity = Volume annulus antara Drill Pipe dengan Casing An cap =

Drill Pipe Capacity = Volume dalam drill pipe per foot

DP cap =

Volume lumpur yang terangkat saat drill pipe dicabut

DP cap = x L

Penurunan volume di dalam lubang akibat cabut basah adalah =

 Vol = (DPdisp x L) + (Dpcap x L)

 Vol = Voldisp dp + Vol in dp

 Vol = x L + x L = x L

Penurunan Tinggi Kolom Lumpur Dalam Lubang

Penurunan Tekanan Hidrostatis di dasar Lubang

 Ph = 0.052 x BJ x H Soal 1:

Drill pipe 5” OD, 4,276 ID, 1stand = 90 ft. Dicabut basah 12 stand. Casing yang sudah terpasang 9 5/8” OD, 9.1” ID. Berat jenis Lumpur di dalam annulus adalah 11 ppg. Berapakah :

a. Drill pipe displacement?

b. Drill pipe capacity?

c. Casing capacity?

d. Annular capacity?

e. Penurunan volume didalam lubang?

f. Penurunan tinggi kolom Lumpur didalam lubang?

g. Penurunan tekanan hidrostatis Lumpur didasar lubang?

Soal 2:

Drill pipe 5” OD, 4,276 ID, 1stand = 90 ft. Dicabut basah 12 stand. Casing yang sudah terpasang 9 5/8” OD, 9.1” ID. Berat jenis Lumpur di dalam annulus adalah 11 ppg. Bila penurunan tekanan didasar lubang yang diperbolehkan 65 psi. Berapakah :

a. Penurunan tinggi kolom Lumpur maksimum di dalam lubang ?

b. Penurunan volume Lumpur maksimum di dasar lubang?

c. Panjang maksimum drill pile dicabut sebelum mengisikan Lumpur ke dalam lubang?

d. Jumlah stand maksimum drill pipe dicabut sebelum mengsikan Lumpur kedalam lubang?

Soal 3:

Bila penurunan tekanan hidrostatis Lumpur di dasar lubang yang diperbolehkan 70 psi. Berapakah :

a. Drill pipe displacement?

b. Drill pipe capacity?

c. Casing capacity?

d. Annular capacity?

e. Penurunan volume didalam lubang?

f. Penurunan tinggi kolom Lumpur didalam lubang?

g. Penurunan tekanan hidrostatis Lumpur didasar lubang?

Soal 4:

Bila penurunan tekanan hidrostatis Lumpur di dasar lubang yang diperbolehkan 75 psi. Berapakah :

e. Penurunan tinggi kolom Lumpur maksimum yang diperbolehkan di dalam lubang ?

f. Penurunan volume Lumpur maksimum yang diperbolehkan di dasar lubang

g. Panjang maksimum drill pile maksimum yang diperbolehkan sebelum diisikan ke dalam lubang

h. Jumlah stand drill pipe maksimum yang diperbolehkan sebelum Lumpur diisikan kedalam lubang?

CABUT KERING

Penurunan volume Lumpur di dalam lubang

 Vol = 0.00097 (OD dp2 – ID dp2)

Atau

 Vol = L (Cas cap – An cap– DP cap)

Penurunan Tinggi Kolom Lumpur Di Dalam Lubang

Atau

Soal :

Drill pipe capacity = 0.0177 bbl/ft, 1 stand = 91 ft

Casing Capacity = 0.08033 bbl/ft

Annular capacity = 0.0561 bbl/ft

Drill pipe dicabut kering = 10 stand

Berat jenis Lumpur di dalam lubang = 11 ppg

Berapakah ?

a. Penurunan volume Lumpur yang diperblehkan di dalam lubang ?

b. Penurunan tinggi kolom Lumpur di dalam lubang ?

c. Penurunan tekanan hidrostatis di dasar lubang ?

d. Penurunan volume yang diperbolehkan di dalam lubang ?

e. Penurunan timggi kolom Lumpur di dalam lubang ?

f. Penurunan tekanan hidrostatis di dasar lubang ?

Soal 5:

Drill pipe 5” OD, 4,276 ID, 1stand = 90 ft. Dicabut kering 12 stand. Casing yang sudah terpasang 9 5/8” OD, 9.1” ID. Berat jenis Lumpur di dalam annulus adalah 11 ppg. Bila penurunan tekanan didasar lubang yang diperbolehkan 65 psi.

Berapakah :

a. Penurunan volume di dasar lubang?

b. Penurunan tinggi kolom Lumpur di dasar lubang ?

c. Penurunan tekanan hidrostatis didasar lubang ?

Pengisian SLUG

Soal 6 :

DP capacity = 0.0177 bbl/ft, diisi dengan slug 10 bbls. Berat jenis slug = 14 ppg. Berat jenis lumpur di dalam lubang adalah 10 ppg. Berapakah ?

a. Berapakah jarak slug dengan rotary table ?

b. Berapakah pertambahan volume lumpur dalam tangki ?

c. Berapa inch pertambahan tingii lumpur dalam tangki, bila panjang tangki = 20 ft dan lebar tangki 10 ft ?

Soal 7 :

Diinginkan 60 ft dibawah rotary table rangkaian pemboran kosong. Diisikan slug dengan berat jenis 16 ppg. Berat jenis lumpur didalam lubang adalah 10 ppg. Berapakah tinggi slug yang diperlukan, dan berapa barrel slug harus diisikan bila ukuran drill pipe (4.276” ID)

makanan untuk penyakit maag (diet lambung)

TUJUAN DIET :

Memberikan makanan yang cukup dan tidak merangsang untuk memperingan pekerjaan saluran pencernaan

SYARAT-SYARAT DIET :

1. Mudah cerna

2. Tidak merangsang

3. Porsi kecil dengan pemberian yang sering

BAHAN MAKANAN YANG DIPERBOLEHKAN :

1. Sumber hidrat arang (Makanan pokok) : beras, kentang, macaroni, bihun, roti, biscuit, creaker,hunkue, maizena

2. Sumber protein hewani : daging sapi tanpa lemak, hati sapi, ikan yang tidak banyak duri,

ayam, telur, susu segar, susu full cream, susu skim

3. Sumber protein nabati : kacang hijau, tahu, tempe

4. Sumber lemak : santan encer, minyak, margarine, mentega (dalam jumlah terbatas)

5. Sayuran : sayuran muda yang tidak berserat dan tidak mengandung gas seperti : bayam, bit,buncis, labu siam, wortel, dll

6. Buah-buahan : sari buah, papaya, pisang, buah dalam kaleng, jambu biji tanpa isi

7. Minuman : the encer, sirup

8. Bumbu : garam, kecap, kunyit, laos, salam, kunci, terasi, kayu manis, pala, cengkeh (semua dalam jumlah terbatas)

MAKANAN YANG SEBAIKNYA DIHINDARI :

1. Sumber hidrat arang : ketan, jagung, singkong, ubi, talas, cantel

2. Sumber protein hewani : daging berlemak tinggi, daging babi, daging kambing, dan ikan yang diawetkan seperti : daging asap, dendeng, ikan asin, pindang, sosis

3. Sumber protein nabati : kacang tanah, kacang tolo, kacang merah, kacang kedelai 4. Sumber lemak : santan kental, kelapa, makanan yang digoreng

5. Sayuran : sayuran mentah, nangka muda, kol, kembang kol, sawi hijau, sawi putih, daun singkong, caisim, daun kacang panjang, daun lobak

6. Buah-buahan : semua buah yang berserat tinggi dan mengandung gas seperti nangka, kedondong, durian

7. Minuman : minuman yang mengandung soda

8. Bumbu yang merangsang seperti jahe, cuka, cabe dll

Pengalaman Pribadi ku

Maag adalah suatu penyakit pada saluran pencernaan dimana terjadi peningkatan asam lambung yang dapat mengakibatkan peradangan pada lapisan lambung.

Penyebabnya antara lain :

1. Pola hidup yang tidak sehat seperti kurang teraturnya jam makan dan seringnya mengkonsumsi makanan yang tidak sehat (junk food)

2. Aktivitas yang padat dan membutuhkan energi tetapi tidak diimbangi dengan pasokan energi yang cukup juga dapat mengakibatkan produksi asam lambung yang meningkat

3. Faktor pikiran atau stress yang berlebihan.

4. Faktor lingkungan misalnya dingin dan angin yang kencang

Gejala yang timbul :

1. Rasa tidak nyaman pada perut

2. Nyeri pada ulu hati yang bisa mengakibatkan sesak

3. Sering bersendawa

4. Terkadang timbul rasa pingin muntah

5. Jika terasa seperti terbakar di dada dan bisa samapai kerongkongan (GERD)

Sedikit kisahku mengenai maag :

Awalnya pada bulan juni setelah saya pulang kerja, malamnya saya merasakan lapar yang sangat luar biasa sampai2x mkanan di kulkas saya sikat semua.kemudian besoknya saya bermain futsal dengan hanya bermodalkan segelas susu saja.Ketika itu sepertinya saya terlalu bersemangat mainnya melebihi yang biasanya.Dan kemudian ketika istirahat saya merasakan sensasi tubuh yang luar biasa yaitu lemas disertai keringat dingin dan rasa mau pingsan.Kemudian saya langsung pulang kerumah dan dirujuk ke RS.

Oleh dokter penyakit dalam di RS tersebut saya didiagnosa mengalami peningkatan asam lambungnya.awalnya tindakan yang diambil waktu di UGD adalah pemeriksaan EKG untuk memastikan kondisi jantung saya baik-baik saja.Dan Puji Tuhan tidak ada masalah dengan jantung saya.

Selama saya di rawat di RS saya mengalami berbagai pengecekan diantaranya USG abdomen utk memastikan kondisi organ dalam saya yg lain baik-baik saja, CT scan untuk memastikan kondisi kepala saya yg sering saya keluhkan karena pusing, sampel darah utk memastikan kondisi sel darah, USG jantung utk lebih meyakinkan tidak ada masalah dengan jantung, Endoskopi untuk melihat langsung kondisi lambung apakah ada kelainan seperti luka (ulkus),laryngoscopy utk melihat langsung apakah terjadi peradangan pada kerongkongan akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan,Spyrometri untuk memastikan kondisi saluran pernapasan.

Dari hasil berbagai test tadi memang ada sesuatu yang tidak normal seperti asam lambung yang berlebihan (endoskpi),Merahnya tenggorokan (laringoscopy) yang akhirnya saya didiagnosa oleh Dr THT di RS tersebut sebagai LPR (Laryngopharyngeal reflux) tapi setelah saya konfirmasi ulang ke dokter di RS lain yg lbih brpngalaman ini hanya radang biasa ,Puji Tuhan.

Berbagai pengobatan diberikan kepada saya yang bertujuan untuk menghambat produksi asam lambung yang berlebihan (Protont pump inhibitor), sucralfate untuk membantu melapisi lapisan lambung (mukosa) agar tidak rusak oleh asam lambung.dan antasida untuk menetralkan asam lambung. Disamping itu saya juga sempat menggunakan obat-obatan tradisional seperti kunyit dan pisang mengkal.

seiring berjalannya waktu saya sering sharing utk mendapatkan informasi bagaimana caranya menyembuhkan penyakit ini yang memang membutuhkan waktu yang agak lama.salah satunya obat-obatan tradisional tadi dan ada juga yang menganjurkan untuk berpuasa yg harapannya utk mengkondisikan lambung lebih teratur dan punya waktu untuk proses penyembuhan natural dan untuk menguatkan mental juga tapi saya sarankan ini dilakukan untuk yang masih belum punya luka dilambungnya karena bisa mengakibatkan pendarahan.mengendalikan stress kita dengan keyakinan yang kita miliki.faktor makanan juga penting sehingga saya dikonsultasikan ke ahli gizi yang ternyata teman SMP dan SMA saya dulu,,,HAHAHAHA,,>>Thanks yaa<<

Yang menjadi catatan saya, penyakit ini bukanlah tanpa peringatan

sebelumnya.Seringnya kita mengabaikan pola hidup yang sehat dengan segala kesibukan kita memanikan peranan yang penting.Dan selama proses penyembuhan ini saya merasakan adanya proses pemurnian secara iman dan fisik untuk kehidupan yang lebih baik.

So Keep Struggle for it.

"jika dengan Iman kamu yakin sudah disembukan maka engkau sudah disembuhkan"..

Salam sejahtera

Wendry,,

Gastritis (Maag)

Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung.

PENYEBAB

Lapisan lambung menahan iritasi dan biasanya tahan terhadap asam yang kuat.

Tetapi lapisan lambung dapat mengalami iritasi dan peradangan karena beberapa penyebab:

1. Gastritis bakterialis biasanya merupakan akibat dari infeksi oleh Helicobacter pylori (bakteri yang tumbuh di dalam sel penghasil lendir di lapisan lambung). Tidak ada bakteri lainnya yang dalam keadaan normal tumbuh di dalam lambung yang bersifat asam, tetapi jika lambung tidak menghasilkan asam, berbagai bakteri bisa tumbuh di lambung. Bakteri ini bisa menyebabkan gastritis menetap atau gastritis sementara.

2. Gastritis karena stres akut, merupakan jenis gastritis yang paling berat, yang disebabkan oleh penyakit berat atau trauma (cedera) yang terjadi secara tiba-tiba. Cederanya sendiri mungkin tidak mengenai lambung, seperti yang terjadi pada luka bakar yang luas atau cedera yang menyebabkan perdarahan hebat.

3. Gastritis erosif kronis bisa merupakan akibat dari:

- bahan iritan seperti obat-obatan, terutama aspirin dan obat anti peradangan non-steroid lainnya

- penyakit Crohn

- infeksi virus dan bakteri.

Gastritis ini terjadi secara perlahan pada orang-orang yang sehat, bisa disertai dengan perdarahan atau pembentukan ulkus (borok, luka terbuka). Paling sering terjadi pada alkoholik.

4. Gastritis karena virus atau jamur bisa terjadi pada penderita penyakit menahun atau penderita yang mengalami gangguan sistem kekebalan.

5. Gastritis eosinofilik bisa terjadi sebagai akibat dari reaksi alergi terhadap infestasi cacing gelang.

Eosinofil (sel darah putih) terkumpul di dinding lambung.

6. Gastritis atrofik terjadi jika antibodi menyerang lapisan lambung, sehingga lapisan lambung menjadi sangat tipis dan kehilangan sebagian atau seluruh selnya yang menghasilkan asam dan enzim. Keadaan ini biasanya terjadi pada usia lanjut. Gastritis ini juga cenderung terjadi pada orang-orang yang sebagian lambungnya telah diangkat (menjalani pembedahan gastrektomi parsial). Gastritis atrofik bisa menyebabkan anemia pernisiosa karena mempengaruhi penyerapan vitamin B12 dari makanan.

7. Penyakit M?niere merupakan jenis gastritis yang penyebabnya tidak diketahui. Dinding lambung menjadi tebal, lipatannya melebar, kelenjarnya membesar dan memiliki kista yang terisi cairan. Sekitar 10% penderita penyakit ini menderita kanker lambung.

8. Gastritis sel plasma merupakan gastritis yang penyebabnya tidak diketahui. Sel plasma (salah satu jenis sel darah putih) terkumpul di dalam dinding lambung dan organ lainnya.

Gastritis juga bisa terjadi jika seseorang menelan bahan korosif atau menerima terapi penyinaran kadar tinggi.

GEJALA

Gejalanya bermacam-macam, tergantung kepada jenis gastritisnya. Biasanya penderita gastritis mengalami gangguan pencernaan (indigesti) dan rasa tidak nyaman di perut sebelah ataas.

Pada gastritis karena stres akut, penyebabnya (misalnya penyakit berat, luka bakar atau cedera) biasanya menutupi gejala-gejala lambung; tetapi perut sebelah atas terasa tidak enak.

Segera setelah cedera, timbul memar kecil di dalam lapisan lambung. Dalam beberapa jam, memar ini bisa berubah menjadi ulkus.

Ulkus dan gastritis bisa menghilang bila penderita sembuh dengan cepat dari cederanya. Bila penderita tetap sakit, ulkus bisa membesar dan mulai mengalami perdarahan, biasanya dalam waktu 2-5 hari setelah terjadinya cedera.

Perdarahan menyebabkan tinja berwarna kehitaman seperti aspal, cairan lambung menjadi kemerahan dan jika sangat berat, tekanan darah bisa turun. Perdarahan bisa meluas dan berakibat fatal

Gejala dari gastritis erosif kronis berupa mual ringan dan nyeri di perut sebelah atas.

Tetapi banyak penderita (misalnya pemakai aspirin jangka panjang) tidak merasakan nyeri.

Penderita lainnya merasakan gejala yang mirip ulkus, yaitu nyeri ketika perut kosong.

Jika gastritis menyebabkan perdarahan dari ulkus lambung, gejalanya bisa berupa:

- tinja berwarna kehitaman seperti aspal (melena

) - muntah darah (hematemesis) atau makanan yang sebagian sudah dicerna, yang menyerupai endapan kopi.

Pada gastritis eosinofilik, nyeri perut dan muntah bisa disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan ujung saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari.

Pada penyakit M?ni?re, gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri lambung. Hilangnya nafsu makan, mual, muntah dan penurunan berat badan, lebih jarang terjadi. Tidak pernah terjadi perdarahan lambung.

Penimbunan cairan dan pembengkakan jaringan (edema) bisa disebabkan karena hilangnya protein dari lapisan lambung yang meradang. Protein yang hilang ini bercampur dengan isi lambung dan dibuang dari tubuh.

Pada gastritis sel plasma, nyeri perut dan muntah bisa terjadi bersamaan dengan timbulnya ruam di kulit dan diare.

Gastritis akibat terapi penyinaran menyebabkan nyeri, mual dan heartburn (rasa hangat atau rasa terbakar di belakang tulang dada), yang terjadi karena adanya peradangan dan kadang karena adanya tukak di lambung.

Tukak bisa menembus dinding lambung, sehingga isi lambung tumpah ke dalam rongga perut, menyebabkan peritonitis (peradangan lapisan perut) dan nyeri yang luar biasa. Perut tampak kaku dan keadaan ini memerlukan tindakan pembedahan darurat. Kadang setelah terapi penyinaran, terbentuk jaringan parut yang menyebabkan menyempitnya saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari, sehingga terjadi nyeri perut dan muntah.

Penyinaran bisa merusak lapisan pelindung lambung, sehingga bakteri bisa masuk ke dalam dinding lambung dan menyebabkan nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba.

DIAGNOSA

Jika seseorang merasakan nyeri perut sebelah atas disertai mual atau heartburn, dokter akan menduganya sebagai gastritis.

Jika gejalanya menetap, jarang diperlukan pemeriksaan dan pengobatan dimulai berdasarkan penyebab yang mungkin.

Jika diagnosisnya belum meyakinkan, mungkin perlu dilakukan pemeriksaan lambung dengan endoskopi dan biopsi (pengambilan contoh lapisan lambung untuk diperiksa dibawah mikroskop).

Jika gastritis berlanjut atau kambuh kembali, maka dicari penyebabnya, seperti infeksi, makanan, obat-obatan atau kebiasaan minum penderita.

Gastritis karena bakteri bisa diketahui dari hasil pemeriksaan biopsi. Penderita gastritis karena bakteri banyak yang membentuk antibodi terhadap bakteri penyebabnya, yang bisa ditemukan dalam pemeriksaan darah.

PENGOBATAN

Jika penyebabnya adalah infeksi oleh Helicobacter pylori, maka diberikan bismuth, antibiotik (misalnya xamoxicillin dan claritromycindan obat anti-tukak (omeprazole).

Penderita gastritis karena stres akut banyak yang mengalami penyembuhan setelah penyebabnya (penyakit berat, cedera atau perdarahan) berhasil diatasi. Tetapi sekitar 2% penderita gastritis karena stres akut mengalami perdarahan yang sering berakibat fatal.

Karena itu dilakukan pencegahan dengan memberikan antasid (untuk menetralkan asam lambung) dan obat anti-ulkus yang kuat (untuk mengurangi atau menghentikan pembentukan asam lambung).

Perdarahan hebat karena gastritis akibat stres akut bisa diatasi dengan menutup sumber perdarahan pada tindakan endoskopi.

Jika perdarahan berlanjut, mungkin seluruh lambung harus diangkat.

Gastritis erosif kronis bisa diobati dengan antasid. Penderita sebaiknya menghindari obat tertentu (misalnya aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya) dan makanan yang menyebabkan iritasi lambung. Misoprostol mungkin bisa mengurangi resiko terbentuknya ulkus karena obat anti peradangan non-steroid.

Untuk meringankan penyumbatan di saluran keluar lambung pada gastritis eosinofilik, bisa diberikan kortikosteroid atau dilakukan pembedahan.

Gastritis atrofik tidak dapat disembuhkan.

Sebagian besar penderita harus mendapatkan suntikan tambahan vitamin B12.

Penyakit M?niere bisa disembuhkan dengan mengangkat sebagian atau seluruh lambung.

Gastritis sel plasma bisa diobati dengan obat anti ulkus yang menghalangi pelepasan asam lambung.(medicastore)

Dispepsia

Dispepsia adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada, yang sering dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh atau rasa sakit atau rasa terbakar di perut.

PENYEBAB

Penyebab Dispepsia adalah :

1. Menelan udara (aerofagi)

2. Regurgitasi (alir balik, refluks) asam dari lambung

3. Iritasi lambung (gastritis)

4. Ulkus gastrikum atau ulkus duodenalis

5. Kanker lambung

6. Peradangan kandung empedu (kolesistitis)

7. Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya)

8. Kelainan gerakan usus

9. Kecemasan atau depresi

GEJALA

Nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau dada mungkin disertai dengan sendawa dan suara usus yang keras (borborigmi). Pada beberapa penderita, makan dapat memperburuk nyeri; pada penderita yang lain, makan bisa mengurangi nyerinya.

Gejala lain meliputi nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare dan flatulensi (perut kembung).

DIAGNOSA

Jika dispepsia menetap selama lebih dari beberapa minggu, atau tidak memberi respon terhadap pengobatan, atau disetai penurunan berat badan atau gejala lain yang tidak biasa, maka penderita harus menjalani pemeriksaan.

Pemeriksaan laboratorium biasanya meliputi hitung jenis sel darah yang lengkap dan pemeriksaan darah dalam tinja.

Barium enema untuk memeriksa kerongkongan, lambung atau usus halus dapat dilakukan pada orang yang mengalami kesulitan menelan atau muntah, penurunan berat badan atau mengalami nyeri yang membaik atau memburuk bila penderita makan.

Endoskopi bisa digunakan untuk memeriksa kerongkongan, lambung atau usus kecil dan untuk mendapatkan contoh jaringan untuk biopsi dari lapisan lambung. Contoh tersebut kemudian diperiksa dibawah mikroskop untuk mengetahui apakah lambung terinfeksi oleh Helicobacter pylori.

Kadang dilakukan pemeriksaan lain, seperti pengukuran kontraksi kerongkongan atau respon kerongkongan terhadap asam.

PENGOBATAN

Bila tidak ditemukan penyebabnya,dokter akan mengobati gejala-gejalanya. Antasid atau penghambat H2 seperti cimetidine, ranitidine atau famotidine dapat dicoba untuk jangka waktu singkat.

Bila orang tersebut terinifeksi Helicobacter pylori di lapisan lambungnya, maka biasanya diberikan bismuth subsalisilate dan antibiotik seperti amoxicillin atau metronidazole.(medicastore)

GERD (Gastroesophageal refux disease)

Pada gastroesophageal reflux (penyakit gastroesophageal reflux (GERD)), asam perut dan enzim mengalir kembali dari perut menuju kerongkongan, menyebabkan peradangan dan nyeri pada kerongkongan.

* Reflux terjadi ketika otot berbentuk cincin yang secara normal mencegah isi perut pada perut dari mengalir kembali menuju kerongkongan (esophageal sphincter bagian bawah) tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

* Gejala yang paling umum adalah rasa panas dalam perut (nyeri terbakar dibelakang tulang payudara).

* Diagnosa tersebut didasarkan pada gejala-gejala.

* Pengobatan adalah menghindari bahan-bahan pemicu (seperti alkohol dan makanan asam) dan menggunakan obat-obatan yang mengurangi asam perut.

Lapisan perut melindungi perut dari efek asam itu sendiri. Karena kerongkongan mengeluarkan lapisan pelindung serupa, asam perut dan enzim yang mengalir ke belakang (reflux) menuju kerongkongan secara rutin menyebabkan gejala-gejala dan pada beberapa kasus kerusakan.

Asam dan enzim mengalir kembali ketika esophageal sphincter bagian bawah, otot berbentuk cincin yang secara normal mencegah isi perut mengalir kembali menuju kerongkongan, tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ketika seseorang berdiri atau duduk, gravitasi membantu untuk mencegah isi perut mengalir kembali menuju kerongkongan, yang menjelaskan kenapa reflux bisa memburuk ketika seseorang sedang berbaring. Reflux juga lebih mungkin untuk terjadi segera setelah makan, ketika jumlah dan keasaman isi di dalam perut lebih tinggi dan otot sphincter tidak mungkin untuk bekerja sebagaimana mestinya. Faktor yang menyebabkan terjadinya reflux termasuk pertambahan berat badan, makanan berasam, coklat, minuman berkafein dan berkarbonat, alkohol, merokok tembakau, dan obat-obatan tertentu. Jenis obat-obatan yang bertentangan dengan fungsi esophageal sphincter bagian bawah termasuk apa yang memiliki efek antikolinergik (seperti berbagai antihistamin dan beberapa antihistamin), Penghambat saluran kalsium, progesteron, dan nitrat. Alkohol dan kopi juga berperan dengan merangsang produksi asam. Penundaan pengosongan perut (misal, disebabkan diabetes atau penggunaan opioid) bisa juga memperburuk refluks.

GEJALA

Rasa panas dalam perut ( rasa terbakar di belakang tulang payudara) adalah gejala yang paling jelas pada gastroesophageal reflux. Kadangkala nyeri tersebut bahkan menjalar ke leher, tenggorokan, dan wajah. Rasa panas dalam perut kemungkinan disertai dengan muntah, dimana isi perut mencapai mulut.

Peradangan pada kerongkongan (esophagitis) bisa menyebabkan pendarahan yang biasanya ringan tetapi bisa jadi besar. Darah kemungkinan dimuntahkan atau keluar melalui saluran pencernaan, menghasilkan kotoran berwarna gelap, kotoran berwarna ter (melena) atau darah merah terang, jika pendarahan cukup berat.

Borok kerongkongan, adalah luka terbuka pada lapisan kerongkongan, bisa dihasilkan dari refluks berulang. Mereka bisa menyebabkan nyeri yang biasanya berlokasi di belakang tulang payudara atau persis di bawahnya, mirip dengan lokasi panas dalam perut.

Penyempitan (stricture) pada kerongkongan dari reflux membuat menelan makanan keras meningkat lebih sulit. Penyempitan pada saluran udara bisa menyebabkan nafas yang pendek dan berbunyi mengik. Gejala-gejala lain pada gastroesophageal reflux termasuk nyeri dada, luka tenggorokan, suara parau, ludah berlebihan (water brash), rasa bengkak pada tenggorokan (rasa globus), dan peradangan pada sinus (sinusitis).

Dengan iritasi lama pada bagian bawah kerongkongan dari refluks berulang, lapisan sel pada kerongkongan bisa berubah (menghasilkan sebuah kondisi yang disebut kerongkongan Barrett). Perubahan bisa terjadi bahkan pada gejala-gejala yang tidak ada. Kelainan sel ini adalah sebelum kanker dan berkembang menjadi kanker pada beberapa orang.

DIAGNOSA

Gejala-gejala menunjukkan pada diagnosis, dan pengobatan bisa dimulai tanpa tes diagnosa yang rinci. Tes khusus biasanya disiapkan untuk situasi dimana diagnosa tersebut tidak jelas atau pengobatan tidak memiliki gejala-gejala terkontrol. Penelitian pada kerongkongan menggunakan endoskop (pipa pelihat elastis), penelitian sinar X, alat-alat penekan (manometry) pada esophageal sphincter bagian bawah, dan tes pH kerongkongan (keasaman) kadangkala diperlukan untuk membantu memastikan diagnosa dan untuk memeriksa komplikasi.

Endoskopi bisa memastikan diagnosa tersebut jika dokter menemukan bahwa orang tersebut mengalami esophagitis atau kerongkongan barrett. Endoskopi juga membantu mengeluarkan kanker esophageal. Sinar-X digunakan setelah minum carian barium (sebuah bahan yang menguraikan secara singkat saluran pencernaan) dan kemudian berbaring pada mencondongkan kepala lebih rendah dari kaki bisa menunjukkan reflux pada barium dari perut menuju kerongkongan. Seorang dokter bisa menekan perut untuk meningkatkan kemungkinan reflux. Sinar X digunakan setelah barium ditelan juga bisa menampakkan borok esophageal atau penyempitan kerongkongan.

Alat-alat penekan pada esophageal sphincter bagian bawah mengindikasi kekuatan sphincter dan bisa membedakan sphincter normal dari yang fungsinya buruk. Informasi yag diperoleh dari tes ini membantu dokter memutuskan apakah operasi adalah pengobatan yang sesuai.

Beberapa dokter meyakini bahwa tes terbaik untuk gastroesophageal reflux adalah tes pH esophageal. Pada tes ini, pipa tipis, elastis dengan sensor pemeriksa pada ujung dipasang melalui hidung dan menuju kerongkongan bagian bawah. Ujung lainnya pada pipa ini ditempelkan pada sebuah monitor yang dipakai orang tersebut pada sabuknya, monitor tersebut merekam kadar asam pada kerongkongan, biasanya untuk 24 jam. Disamping memastikan seberapa banyak reflux terjadi, tes ini mengidentifikasi hubungan antara gejala-gejala dan reflux dan terutama sekali sangat membantu untuk orang yang mengalami gejala-gejala yang tidak umum pada reflux. Tes pH kerongkongan diperlukan untuk semua orang yang dipertimbangkan untuk operasi untuk memperbaiki gadtroesophageal reflux. Sebuah alat baru (menggunakan sebuah pH elektroda kecil yang ditanamkan yang mengirimkan sebuah sinyal) tersedia untuk orang yang tidak dapat menggunakan pipa di hidung mereka.

PENGOBATAN

Banyak obat-obatan digunakan untuk mengobati gastritis dan peptic ulcer juga membantu mencegah dan mengobati gastroesophageal reflux. Antacid digunakan pada waktu tidur, misalnya, seringkali sangat membantu. Antasid bisa biasanya meringankan nyeri pada borok kerongkongan dengan mengurangi jumlah asam yang sampai ke kekerongkongan. Meskipun begitu, proton pump inhibitor, obat-obatan yang paling kuat untuk mengurangi produksi asam, biasanya pengobatan yang paling efektif untuk gastroesophageal reflux, karena bahkan asam dalam jumlah kecil bisa menyebabkan gejala-gejala signifikan. Obat-obatan yang diperlukan untuk penyembuhan yang mengurangi asam perut melebihi periode 4 sampai 12 minggu. Borok tersebut sembuh dengan lambat, cenderung untuk berulang, dan, ketika kronik dan berat, bisa meninggalkan penyempitan kerongkongan setelah penyembuhan.

Penyempitan kerongkongan diobati dengan obat-obatan dan mengulangi pembesaran, yang kemungkinan menggunakan balon atau pembesar yang semakin besar (bougies). Jika pembesaran sangat berhasil, penyempitan tidak secara serius membatasi apa yang seseorang makan.

Kerongkongan barrett tidak tampak ketika pengobatan meringankan gejala-gejala. Oleh karena itu, orang dengan kerongkongan barrett diminta untuk melakukan penelitian endoskopi setiap 2 sampai 3 tahun untuk memastikan kondisi tersebut tidak menjadi kanker.

Operasi adalah salah satu pilihan untuk orang yang gejala-gejalanya tidak bereaksi terhadap obat-obatan untuk orang yang mengalami esophagitis yang berlangsung lama bahkan setelah gejala-gejala ringan. Sebagai tambahan, operasi kemungkinan pengobatan yang dianjurkan untuk orang yang tidak suka prospek untuk menggunakan obat-obatan untuk beberapa tahun. prosedur invasive secara minimal dilakukan melalui laparoscope tersedia. Meskipun begitu, 20 sampai 30 % orang yang mengalami prosedur ini mengalami efek samping, paling umum kesulitan menelan dan merasa kembung atau perut tidak nyaman setelah makan.

PENCEGAHAN

Beberapa peralatan kemungkinan digunakan untuk meringankan gastroesophageal reflux. Mengangkat kepala pada tempat tidur kira-kira 6 inci mencegah asam mengalir dari kerongkongan sebagaimana seseorang tidur. Makanan dan obat-obatan yang menjadi penyebab harus dihindari, sama seperti merokok. Seorang dokter bisa meresepkan sebuah obat (misal, bethanechol atau metoclopramide) untuk membuat sphincter bagian bawah lebih ketat. Kopi, ‘alkohol, minuman yang mengandung asam seperti jus jeruk, minuman cola, dan saus salad yang berbahan dasar cuka, dan bahan-bahan lain yang secara kuat merangsang perut untuk menghasilkan asam atau yang menghambat pengosongan perut harus dihindari sebaiknya. (medicastore)